Kemarin kekasihku aku hampir sendiri di dunia ini dan kesendirianku sekejam kematian.Aku bagaikan sekuntum bunga yang tumbuh di bawah bayangan batu yang amat besar,yang keberadaan Hidupnya adalah ketidaksadaran, dan yang tidak menyadari akan Kehidupan.Namun sekarang jiwaku telah sadar dan aku melihatmu berdiri di sampingku. Aku bangkit dan bergembira.
Kemarin sentuhan angin sepoi-sepoi yang berhembus nampak kasar, kekasihku, dan sinar matahari nampak lemah, kabut menyembunyikan wajah bumi, dan gelombang samudra bagaikan sebuah prahara. Aku melihat-lihat diriku, tetapi tidak kulihat apa pun kecuali diri yang menderita berdiri di sampingku, sementara hantu-hantu kegelapan muncul dan mengepung ku bagaikan burung-burung hering yang sangat lapar.
Tapi hari ini Alam bermandikan cahaya, dan ombak-ombak yang meraung menjadi tenang dan kabut-kabut itu telah menyebar. Ke mana pun aku memandang aku melihat rahasia Kehidupan membentang di hadapanku.
Kemarin aku adalah kata tanpa suara di jantung Sang Malam ; hari ini aku adalah sebuah lagu di bibir-bibir Sang Waktu. Dan semua itu datang untuk melewati satu masa dan dihiasi oleh sebuah lirikan dan sebuah kata.
#GiBraNism (2011)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar