Kata-Kata Mutiara yang Sering Diucapkan oleh Pa’e :D
1. Kayaknya kita udah gak cocok deh..
2. Kita break dulu yah.. abang butuh waktu untuk sendiri dulu..
3. Mungkin ini memang yang terbaik untuk kita saat ini..
4. Maaf abang gak bisa jadi yang terbaik buat adek.
5. Semoga adek dapat yang lebih baik dari abang :)
6. Abang yakin adek bisa bahagia tanpa abang.
7. Abang harap gak ada dendam di antara kita.
8. Kita masih bisa temenan kan dek?
9. Kalo adek butuh, adek bisa hubungin abang kok..
10. Jadiin abang kenangan “termanis” dalam hidup adek ya.. #eaaaaa
11. Mendingan kita introspeksi diri masing-masing aja dulu..
12. Abang sayang adek, tapi kita udah gak bisa sama2 lagi..
13. Abang putusin adek bukan karena perempuan lain kok..
14. Maaf ya, Sayang. Abang dijodohin sama orang tua abang T.T
15. Abang mau fokus kuliah dulu demi BAHAGIAIN orang tua..
16. Orang tua abang gak setuju sama hubungan kita :(
17. Abang gak mau adek terus terbebani karena abang..
18. Abang sibuk kali sekarang ini.. tolong ngertiin abang ya..
19. Adek terlalu baek untuk abang.. maafin abang yang sering kecewain adek..
20. Kalo memang jodoh, kita pasti bisa sama-sama lagi, dek.. :)
Dan jawaban Si Bunga adalah..
Ok3Yh, f1N3!!!!! EloCh, Gw, EnD -.-“
T.T
Dipijak oleh : Chairunnisah (NIM 0806102020038)
Nurmaya Sari (NIM 0806102020008)
Putri Rizky Benazir D (0806102020040)
Dilemparkan di Markas Frustasi
23/10/11
21/10/11
unTitLe 4..
Kemarin kekasihku aku hampir sendiri di dunia ini dan kesendirianku sekejam kematian.Aku bagaikan sekuntum bunga yang tumbuh di bawah bayangan batu yang amat besar,yang keberadaan Hidupnya adalah ketidaksadaran, dan yang tidak menyadari akan Kehidupan.Namun sekarang jiwaku telah sadar dan aku melihatmu berdiri di sampingku. Aku bangkit dan bergembira.
Kemarin sentuhan angin sepoi-sepoi yang berhembus nampak kasar, kekasihku, dan sinar matahari nampak lemah, kabut menyembunyikan wajah bumi, dan gelombang samudra bagaikan sebuah prahara. Aku melihat-lihat diriku, tetapi tidak kulihat apa pun kecuali diri yang menderita berdiri di sampingku, sementara hantu-hantu kegelapan muncul dan mengepung ku bagaikan burung-burung hering yang sangat lapar.
Tapi hari ini Alam bermandikan cahaya, dan ombak-ombak yang meraung menjadi tenang dan kabut-kabut itu telah menyebar. Ke mana pun aku memandang aku melihat rahasia Kehidupan membentang di hadapanku.
Kemarin aku adalah kata tanpa suara di jantung Sang Malam ; hari ini aku adalah sebuah lagu di bibir-bibir Sang Waktu. Dan semua itu datang untuk melewati satu masa dan dihiasi oleh sebuah lirikan dan sebuah kata.
#GiBraNism (2011)
Kemarin sentuhan angin sepoi-sepoi yang berhembus nampak kasar, kekasihku, dan sinar matahari nampak lemah, kabut menyembunyikan wajah bumi, dan gelombang samudra bagaikan sebuah prahara. Aku melihat-lihat diriku, tetapi tidak kulihat apa pun kecuali diri yang menderita berdiri di sampingku, sementara hantu-hantu kegelapan muncul dan mengepung ku bagaikan burung-burung hering yang sangat lapar.
Tapi hari ini Alam bermandikan cahaya, dan ombak-ombak yang meraung menjadi tenang dan kabut-kabut itu telah menyebar. Ke mana pun aku memandang aku melihat rahasia Kehidupan membentang di hadapanku.
Kemarin aku adalah kata tanpa suara di jantung Sang Malam ; hari ini aku adalah sebuah lagu di bibir-bibir Sang Waktu. Dan semua itu datang untuk melewati satu masa dan dihiasi oleh sebuah lirikan dan sebuah kata.
#GiBraNism (2011)
Langganan:
Postingan (Atom)